Iklan

Kalian Mahasiswa atau Maha Haus A+??

Posted by Sutami Suparmin Friday, September 9, 2016 1 comments
Hi sobat pembaca, selamat datang di blog gua. Kali ini gua akan mencoba berbagi dan bertukar pikiran tentang kehidupan gua sekarang ini sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Sulawesi selatan.

Nah, mungkin sobat pembaca ada yang sekarang ini menjadi mahasiswa atau bahkan sudah bukan mahasiswa lagi. Disini gua akan membahas dan sedikit berbagi tentang kehidupan kampus gua, juga secerca pengalaman peribadi selama menjadi mahasiswa semester awal.

Banyak yang sering mempersoalkan tentang kata tambahan yang ada didepan kata "siswa" itu yaitu kata "maha" yang katanya sih berbeda dengan keadaan sebelumnya. Jadi jika dulunya kalian adalah siswa, dan sekarang sudah jadi mahasiswa....katanya segalanya juga harus maha, termasuk tugasnya 😅, tapi yah okelah....semoga yang baik-baiknya aja yang di maha-in yah, jangan yang lain hehe..
Tapi tau gak sih gua sebenarnya enggak terlalu setuju dg kata mahasiswa itu, menurut pribadi gua, kata maha itu adalah puncak dan tdk ada yang diatasnya lagi bagi tingkat penalaran manusia, nah manusia itu punya batas, apalagi siswa yah...jadi memang cocoknya sih kata maha itu untuk yang paling sempurna aja, Allah Swt.
Dan juga, di luar negeri, kata "student" tetap digunakan kok, walau udah jadi mahasiswa. Malah kadang kita melihat kebobrokan sikap siswa yang menggunakan kata maha didepan media bahkan jika melihat mereka secara langsung. Walaupun dikembalikan seperti tadi yah, siswa itu gak ada yg sempurna kok eaaaa

Nah sebenarnya gua mau bahas sisi lain dari beberapa karakter mahasiswa yang ada di Indonesia nih guys apalagi mahasiswa di kampus gua, dari bebrapa pengamatan gua nih sekaligus curhatan pribadi wkwk

Dari berbagai karakter yang ada, ada beberapa karakter yang muncul dan sangat berkembang diantaranya karakter agamawan dan organisatif, yup inilah calon calon pemimpin yang belajar memimpin diri mereka dg ber-organisasi atau berkumpul dalam kajian ilmu baik ilmu agama maupun ilmu bidang mereka. Menurut gua, bagi mahasiswa semester awal yang bingung mau kemanakan diri dan karakter kalian, masuk saja ke kumpulan mahasiswa seperti ini, mereka mampu menghasilkan suasana positif didalam kepribadianmu.

Nah karakter yang kedua nih adalah karakter yang paling gua takutin, karakter menurut gua merupakan "agent of labour" atau mahasiswa separuh buruh. Loh kok buruh? Ada apa dg istilah buruh?
Yuph sebenarnya tidak ada salahnya sih memiliki karakter seperti ini, memiliki karakter pekerja keras memang baik untuk mendapatkan nilai yang paling tinggi atau A/A+. Malah sebaiknya mahasiswa itu memprioritaskan nilainya, yuph. Tapi ada apa dengan karakter buruh ini? Kan gak ada salahnya toh, ngejar nilai tinggi-tinggi untuk ijazah nanti? Ya toh...hehe

Nah gua bahas dari kacamata gua nih guys. Sebenarnya gua tekankan lagi, jadi mahasiswa yang berprioritaskan nilai tinggi itu bagus cuman beberapa dari mereka yang dilatih dari kecil hingga menjelang dewasa oleh sistem pendidikan Indonesia yang menurut gua "the worst education sytem on earth 😂" yaitu sifat yang membunuh karakter dan nilai mereka hanya demi untuk mendapatkan A+.

Mereka yang ikut dalam kelas pembelajaran, berusaha menarik perhatian dosen pengajar, entahlah dengan usaha atau pengetahuan dan kecerdasannya merupakan salah satu strategi yang menurut gua masih wajar, yah sebagai mahasiswa kita harus punya strategi pembelajaran. Terus apa yang salah dari sini? Nah ini dia salah satunya adalah mahasiswa yang menjadi mahasiswa yang mengatakan "abs, asal bapak/ibu senang". Semua yang dikatakan oleh dosen pengajar di iyakan, atau bahkan walaupun ada yg bertentangan dengan pemikiran mereka, mereka tetap iyakan karena takut jika menyanggah dosen tersebut akan mendapat "bad mark" oleh dosen yang mengajar, nah sudah mulai terlihat kan kebobrokannya, demi A+ mereka merelakan menutupi nilai-nilai yang selama ini dia anut karena takut untuk mendapat nilai rendah. Paraahhh 😅

Bukan hanya itu, biasanya mahasiswa yang memiliki karakter seperti ini "labour character" memiliki kelompok tertentu dan bergaul seperti agent, yah agen FBI Kali yeee haha

Nah didalam pengerjaan tugas, tipe mahasiswa labour akan berusaha mengumpulkan info sebanyak mungkin dan mengedarkan info tersebut hanya kepada kelompoknya.  Mereka enggak akan atau amit amit membagikan info yang menurut mereka penting ke khalayak ramai atau dalam group kelas kalian.

Mahasiswa ini jika diberikan tugas akan menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan predikat A+, didalam kepalanya...mungkin mahasiswa tipe ini memiliki kacamata A+ dimana A+ adalah surga bagi mereka apapun prosesnya baik atau buruk.

Mereka para mahasiswa labour akan tidak segan-segan menjatuhkan mahasiswa lain bahkan teman sekelasnya hanya untuk mendapat predikat A+

Sedangkan dalam pergaulan sehari-hari mereka terlihat sebagai teman yang biasa biasa saja.

Sebenarnya dari pengamatan gua sih, mahasiswa tipe seperti ini dulunya adalah siswa SMA yang memiliki skill atau kemampuan bidang yang tidak menonjol, nah setelah melihat situasi dilapangan (perkuliahan) yang mereka pikir kurang ketat seperti dulu, jadi akhirnya mereka memutuskan untuk menjadi yang terdepan dengan modal pengetahuan dan skill yang apa adanya, namun dengan semangat yang tinggi dan kehausannya akan cita cita mereka waktu SMA yang terpendan yaitu dengan berusaha menjadi yang terbaik walau dg cara yang menurut gua buruk sekali pun.

Apa yang perlu di contoh dari mahasiswa labour seperti ini? Yah yang paling perlu kalian contoh dari mahasiswa seperti ini hanya SEMANGAT mereka yang sangat tinggi....namun strategi mereka yang menurut gua worst banget alias busuk.
 Yah walaupun gua dulunya adalah orang yang terbutakan oleh A+, namun dengan menulis artikel ini, saya pun mulai tersadar dari mereka mahasiswa yang jujur dan betul betul menempuh jalan yang normal normal ajaa... gua melihat kebahagiaan dari mereka yang memprioritaskan skill dan pengetahuan selama kuliah dibanding hanya nilai A+ dan A+.

Mahasiswa tipe labour hanya akan menghasilkan mahasiswa dengan ijazah A+ namun low skill atau bahkan lebih buruknya gua bilangin mereka Unskilled banget! Pada akhirnya mereka akan sadar bahwa selama 4 tahun usaha mereka sia-sia dan hanya menghasilkan output dalam bentuk kertas, iyah kertas yang mereka kejar selama ini tanpa hasil yang melekat di otak dan hati mereka yaitu skill, pengetahuan dan nilai-nilai baik yang mereka abaikan selama proses kuliah kemarin. Sungguh malang...

Jadi, terserah dari sobat sobat mahasiswa aja nih mau masukin karakter dan kembangkan karakter yang mana, itu adalah hak kalian para mahasiswa.

Saya pun menulis artikel ini bukan berarti adalah orang yang gak pernah ngelakuin hal tersebut, namun merupakan orang yang pernah buruk dan berusaha untuk menjalani jalan yang baik dan menyadarkan mereka para calon pembangun negara ini, bahwa Indinesia tidak butuh dibangun oleh manusia manusia A+ dalam kelas, tapi mareka yang akan memimpin Indonesia adalah mereka yang ikhlas belajar selama masa kuliahnya dan berlajar dari semua pengalaman dan manusia. Mereka adalah calon pemimpin bangsa ini, iya, betul, calon pemimpin Besar !

Kita semua akan menjadi pemimpin besar!

Salam mahasiswa!

1 comments:

Sutami Hamid said...

Betul banget saudara,apalah arti sebuah ijazah dgn nilai ipk yg tinggi tp tdk memiliki skill ��
Ijazah hanya akan mengantarkan kita sampai tahap wawancara tp skill atau kemampuanlah yg plg menentukan 👍

Post a Comment

Labels

Blogumulus by Roy TanckandAmanda Fazani

Feed my Fish ^.^

Yuk Gabung Disini !!

Adsense Indonesia

Site Info

Followers